19 Keutamaan Membaca dan Mengamalkan AL-QUR'AN

19 Keutamaan Membaca dan Mengamalkan AL-QUR'AN
Al-Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Sebagai pedoman hidup untuk para hambanya yang bertakwa. Al-Qur'an adalah cahaya bagi orang mukmin, cahaya dalam kehidupan dan cahaya di hari akhirat.

Ulama besar, Ibnu Shalah (wafat tahun 643 H), penulis kitab ‘al-Muaqaddimah, sebuah karya terbesar di bidang ilmu hadits, mengatakan, “Membaca Al-Qur'an merupakan satu kemuliaan yang diberikan Allah Swt kepada umat manusia. Sesungguhnya para malaikat tidak diberikan kemulian itu. Mereka merindukan diberikan kemuliaan tersebut agar dapat mendengarnya.” (al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an 1/291) [1]

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

19 Keutamaan Membaca dan Mengamalkan AL-QUR'AN

Lalu apa saja keutamaan dalam membaca dan mengamalkan ayat suci Al-Qur'an?
Berikut 19 keutamaanya :

1. Sebaik-baiknya seseorang adalah yang mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang memperlajari Al-Qur'an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)

2. Pahala dalam membaca Al-Qur'an.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

3. Keutaman membaca, menghafal, dan pandai membaca Al-Qur'an.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur'an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al-Qur'an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih).

4. Pahala bagi orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mempelajari Al-Qur'an.
“Siapa saja membaca Al-Qur'an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘bagaimana dipakaikan kepda kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘karena anakmu telah membawa Al-Qur'an”. (HR. Al-Hakim).

5. Al-Qur'an akan memberi syafa’at kepada ahlinya di akhirat.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)

Dan beliau Nabi Muhammad saw bersabda: “Puasa dan Al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

6. Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dn mengkajinya
Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).

7. Membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dapat menentramkan hati.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13:28).

8. Dapat menyembuhkan penyakit.
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).

9. Pembaca Al-Qur'an dikurniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah SWT dan dihindarkannya dari kegelapan.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur'an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

10. Pembaca Al-Qur'an memperoleh kemuliaan dan diberikan rahmat kepada ibu bapaknya.
Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya: “Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (Al-Qur'an).” (HR. Abu Daud).

11. Pembaca Al-Qur'an memperoleh kedudukan yang tinggi di syurga.
Rasulullah saw bersabda: Dikatakan kepada pembaca Al-Qur'an: “Bacalah (Al-Qur'an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

12. Membaca satu huruf Al-Qur'an akan memperoleh 10 kebaikan.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

13. Orang yang membaca Al-Qur'an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan, begitu pula sebaliknya.
Rasulullah saw bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

14. Al-Qur'an adalah cahaya ditengah kegelapan.
Rasulullah saw bersabda, ”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

15. Ahlul Quran adalah keluarga Allah SWT.
Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

16. Yang mahir membaca Al-Qur'an, dia akan bersama malaikat, dan yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur'an akan mendapat dua pahala.
Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.

17. Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.
“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

18. Bacaan Al-Qur'an akan bertambah agung dan mulia jika dibaca di dalam shalat.
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).

19 Keutamaan Membaca dan Mengamalkan AL-QUR'AN

19. Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al-Qur'an.
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al-Qur'an, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat: “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

“Berkata Wuhaib rahimahullah: “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al-Qur'an, memahami dan mentadabburinya”.

Sumber : muslim.or.id, duniaislam.org
Editor : Indahnya Berbagi

Kisah Padang Mahsyar | Aku bertanya kepadamu akan umatku.

Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas r.a., bapa saudara Nabi ﷺ dari Rasulullah ﷺ telah bersabda : “Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: “Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah سبحانه وتعالى serta dibenarkan oleh para rasul.”

Ibnu Abbas r.a berkata: “Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad ﷺ. Malaikat Jibril a.s. akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. MalaikatIsrafil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Malaikat Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian-pakaian syurga.”

Malaikat Jibril a.s. akan menyeru: “Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad ﷺ ?”

Bumi akan berkata: “Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku tidak tahu di mana kubur Muhammad ﷺ .”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammadﷺ  ke awan langit. Maka, empat malaikat berada di atas kubur.”

Malaikat Israfil bersuara: “Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!”

Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah ﷺ berdiri, Baginda ﷺ telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda ﷺ. Baginda ﷺ melihat kanan dan kiri. Baginda ﷺ  dapati, tiada lagi bangunan. Baginda ﷺ menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Malaikat Jibril as berkata kepadanya: “Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah سبحانه وتعالى di tempat yang luas.”

Baginda ﷺ  bertanya, “Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?”

Malaikat Jibril a.s. menjawab: “Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah سبحانه وتعالى.”

Baginda ﷺ  bersabda: “Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!”

Malaikat Jibril as. berkata: “Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?”

Baginda ﷺ  bersabda: “Bukan seperti itu pertanyaanku.”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?”

Baginda ﷺ bersabda: “Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia, sebelummu?”

Baginda ﷺ bersabda: “Nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.”

Malaikat Jibril a.s. berkata kepada baginda ﷺ :“Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad ﷺ  dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!”

Malaikat Jibril a.s. datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad ﷺ. Buraq itu mencoba meronta-ronta. Malaikat Jibril as berkata kepadanya: “Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah سبحانه وتعالى? Sudahkah Allah سبحانه وتعالى perintahkan kepadamu agar mentaatinya?”

Buraq berkata: “Aku tahu semua itu. Akan tetapi, aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku. Sesungguhnya, Allah سبحانه وتعالى akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini.”

Baginda ﷺ  bersabda kepada Buraq: “Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku, nescaya aku memberi syafaat kepadamu.”

Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan baginda ﷺ menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata. Apabila Nabi Muhammad ﷺ berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih, malaikat Israfil as menyeru: “Wahai tubuh-tubuh yang telah hancur, tulang-tulang yang telah reput, rambut-rambut yang bertaburan dan urat-urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari perut burung, dari perut binatang buas, dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.”

Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh, akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya, terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Wahai Israfil! Tiup sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita.”

Malaikat Israfil a.s. menjerit: “Wahai roh-roh yang telah hancur! Kembalilah kamu kepada tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam.”

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!”

Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah سبحانه وتعالى, roh-roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-jasad mereka. Apabila semuanya sedia, masing-masing melihat.

Nabi ﷺ duduk di padang pasir Baitul Maqdis, melihat makhluk-makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad ﷺ  merupakan satu umat (kumpulan). Nabi ﷺ berhenti memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti gelombang lautan.

Malaikat Jibril as menyeru: “Wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى.”

Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad ﷺ berjumpa satu umat, baginda ﷺ akan bertanya: “Di mana umatku?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir.”

Apabila nabi Isa a.s. datang, Jibril a.s. menyeru: “Tempatmu!” Maka Nabi Isa a.s. dan Jibril a.s. menangis.

Nabi Muhammad ﷺ  berkata: “Mengapa kamu berdua menangis.”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”

Nabi Muhammad bertanya: “Di mana umatku?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan.”
Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad ﷺ  menangis lalu bertanya: “Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Lihatlah mereka wahai Muhammad ﷺ !”

Apabila Nabi Muhammad ﷺ melihat mereka, mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada baginda ﷺ dengan apa yang telah Allah سبحانه وتعالى muliakannya. Mereka gembira kerana dapat bertemu dengan baginda ﷺ . Baginda ﷺ  juga gembira terhadap mereka.

Nabi Muhammad ﷺ bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: “Wahai Muhammad!”

Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang zalim memikul kezaliman mereka. Nabi Muhammad ﷺ  bersabda: “Wahai umatku.” Mereka berkumpul di sisinya. Umat-umatnya menangis.
Ketika mereka di dalam keadaan demikian, terdengar dari arah Allah سبحانه وتعالى seruan yang menyeru: “Di mana Jibril?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Jibril di hadapan Allah, Tuhan semesta alam.”

Allah سبحانه وتعالى berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: “Di mana umat Muhammad ﷺ ?”

Malaikat Jibril a.s. berkata: “Mereka adalah sebaik umat.”

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad ﷺ  bahwa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu.”

Malaikat Jibril a.s. kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah سبحانه وتعالى.”

Nabi Muhammad ﷺ  berpaling ke arah umatnya lalu berkata: “Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah سبحانه وتعالى.”

Orang-orang yang berdosa menangis kerana terkejut dan takut akan azab Allah سبحانه وتعالى. Nabi Muhammad ﷺ  memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah سبحانه وتعالى.

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik kepadaKu tuduhan apa-apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!”

Hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى terdiam.

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini, Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan, Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik, penjaga neraka! Katakanlah kepadanya, bawakan Jahanam!”

Malaikat Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka lalu berkata: “Wahai Malik! Allah سبحانه وتعالى telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam.”

Malaikat Malik bertanya: “Apakah hari ini?”

Malaikat Jibril menjawab: “Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.”

Malaikat Malik berkata: “Wahai Jibril! Adakah Allah سبحانه وتعالى telah mengumpulkan makhluk?”

Malaikat Jibril menjawab: “Ya!”

Malaikat Malik bertanya: “Di mana Muhammad dan umatnya?”

Malaikat Jibril berkata: “Di hadapan Allah سبحانه وتعالى!”

Malaikat Malik bertanya lagi: “Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?”

Malaikat Jibril berkata: “Aku tidak tahu!”

Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerunkan. Neraka berdiri di atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai tiang-tiang yang keras, kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis).
Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak-kanak mula beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk.

Di Padang Mahsyar orang yang mula-mula berusaha ialah Nabi Ibrahim a.s. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: “TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah khalilMu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini.”

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Wahai Ibrahim! Adakah kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya.”

Nabi Musa as datang. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: “KalamMu. Aku tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!”

Nabi Isa as datang di dalam keadaan menangis. Baginda bergantung dengan Arsy lalu menyeru:“Tuhanku… Penguasaku.. Penciptaku! Isa roh Allah. Aku tidak meminta melainkan diriku. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!”

Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad ﷺ  menyeru: “Tuhanku.. Penguasaku Penghuluku…. !Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu!”

Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru: “Siapakah yang memberi syafaat kepada umatnya?”
Neraka pula berseru: “Wahai Tuhanku… Penguasaku dan Penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan.”

Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar di kiri Arsy. Neraka sujud di hadapan Tuhannya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Di mana matahari?” Maka, matahari dibawa mengadap Allah سبحانه وتعالى. Ia berhenti di hadapan Allah سبحانه وتعالى.

Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: “Kamu! Kamu telah memerintahkan hambaKu untuk sujud kepada kamu?”

Matahari menjawab. “Tuhanku! Maha Suci diriMu! Bagaimana aku harus memerintahkan mereka berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba yang halus?”

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Aku percaya!”

Allah سبحانه وتعالى telah menambahkan cahaya dan kepanasannya sebanyak 70 kali ganda. Ia telah dihampirkan dengan kepala makhluk.

Ibnu Abbas r.h. berkata: “Peluh manusia bertiti dan sehingga mereka berenang di dalamnya. Otak-otak kepala mereka menggeleggak seperti periuk yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti jalan yang sempit.”

Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara ratap umat-umat manusia semakin kuat.
Nabi Muhammad ﷺ lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, baginda ﷺ  sujud di hadapan Arsy dan sekali lagi, baginda ﷺ rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya.

Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya. Mereka berkata: “Maha Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah سبحانه وتعالى ini begitu mengambil berat, hal keadaan umatnya.”

Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am Nahari berkata: “Pada suatu hari Nabi ﷺ  menemui Fatimah Az-Zahara’ r.h. Baginda ﷺ  dapati, dia sedang menangis.”

Baginda ﷺ  bersabda: “Permata hatiku! Apa yang menyebabkan dirimu menangis?”

Fatimah menjawab: “Aku teringat akan firman Allah سبحانه وتعالى.”
“Dan, kami akan menghimpunkan, maka Kami tidak akan mengkhianati walau seorang daripada mereka.”

Lalu Nabi ﷺ pun menangis. Baginda ﷺ bersabda: “Wahai permata hatiku! Sesungguhnya, aku teringat akan hari yang terlalu dahsyat. Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat dikelilingi dengan perasaan dahaga dan telanjang. Mereka memikul dosa mereka di atas belakang mereka. Air mata mereka mengalir di pipi.”

Fatimah r.h. berkata: “Wahai bapaku! Apakah wanita tidak merasa malu terhadap lelaki?”

Baginda ﷺ  menjawab: “Wahai Fatimah! Sesungguhnya, hari itu, setiap orang akan sibuk dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah mendengar firman Allah سبحانه وتعالى,
“Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukupmenjadikannya sibuk dengan hal dirinya sahaja.” (Surah ‘Abasa, ayat 37)

Fatimah r.h. bertanya: “Di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?”

Baginda ﷺ menjawab: “Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum umatku.”

Fatimah r.h. bertanya lagi: “Sekiranya aku dapati kamu tiada di telaga?”

Baginda ﷺ  bersabda: “Kamu akan menjumpaiku di atas Sirat sambil dikelilingi para Nabi. Aku akan menyeru: “Tuhan Kesejahteraan! Tuhan Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut: “Aamiin.”

Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah Allah سبحانه وتعالى lalu berfirman: “Nescaya akan mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu sembah.”

Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang mereka sembah. Ketika itu juga, neraka Jahanam melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka sebagaimana burung mematuk kacang.

Apabila seruan dari tengah Arasy kedengaran, maka manusia yang menyembah-Nya datang beriring. Sebahagian daripada orang yang berdiri di situ berkata: “Kami adalah umat Muhammadﷺ !”

Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada mereka, “Mengapa kamu tidak mengikuti orang yang kamu sembah?”

Mereka berkata: “Kami tidak menyembah melainkan Tuhan Kami. Dan, kami tidak menyembah selainNya.”

Mereka ditanya lagi: “Kami mengenali Tuhan kamu?”

Mereka menjawab: “Maha Suci diriNya! Tiada yang kami kenali selainNya.”

Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya untuk diazab, umat Muhammad ﷺ  mendengar bunyi pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu malaikat Zabaniah mencela mereka. Mereka berkata:“Marilah kita pergi meminta syafaat kepada Muhammad ﷺ !”
.
Manusia berpecah kepada tiga kumpulan :

1. Kumpulan orang tua yang menjerit-jerit

Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan lapang ketika kiamat. Mereka semua berminat terhadap mimbar Nabi Muhammad ﷺ. Mimbar Nabi Muhammad ﷺ terletak berhampiran dengan tempat berlaku kiamat. Ia juga merupakan mimbar yang paling baik, besar dan cantik. Nabi Adam as dan isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi ﷺ .

Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata: “Wahai Adam! Ramai dari zuriatmu dari umat Muhammad ﷺ  serta cantik wajah mereka.”

Mereka menyeru: “Di mana Muhammad?”

Mereka berkata: “Kami adalah umat Muhammad ﷺ . Semua umat telah mengiringi apa yang mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja. Matahari di atas kepala kami. Ia telah membakar kami. Neraka pula, cahaya juga telah membakar kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu tolonglah kami agar memohon kepada Allah سبحانه وتعالى untuk menghisab kami dengan segera! Sama ada kami akan pergi ke syurga atau neraka.”

Nabi Adam as berkata: “Pergilah kamu dariku! Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku. Aku mendengar firman Allah سبحانه وتعالى: Dan dosa Adam terhadap Tuhannya kerana lalai.”

Mereka pergi berjumpa nabi Nuh as yang telah berumur, umur yang panjang dan sangat sabar. Mereka menghampirinya. Apabila Nabi Nuh as melihat mereka, dia berdiri.

Pengikut (umat Nabi Muhammad ﷺ ) berkata: “Wahai datuk kami, Nuh! Tolonglah kami terhadap Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke syurga dan ahli neraka ke neraka.”

Nabi Nuh a.s. berkata: “Sesungguhnya, aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah سبحانه وتعالى! Mintalah kepadanya agar menolong kamu!”

Nabi Ibrahim a.s. berkata: “Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa a.s.! Mintalah pertolongan darinya!”

Nabi Musa a.s. berkata: “Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku. Pergilah kamu berjumpa Isa a.s.!”

Mereka pergi berjumpa Nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s. berkata: “Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah melaknat orang-orang Kristian. Mereka telah mengambil aku, ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah سبحانه وتعالى. Hari ini, aku malu untuk bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam.”

Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra’ sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad ﷺ dia berkata: “Ini umat Nabi Muhammad ﷺ . Mereka telah sesat dari Nabi mereka.”
Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad ﷺ  Nabi Adam a.s. berkata kepada nabi Muhammad ﷺ. “Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah سبحانه وتعالى.”

Nabi Muhammad ﷺ menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: “Marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah سبحانه وتعالى untukmu!”

Umat Nabi Muhammad ﷺ berkumpul di sisinya.
Terdengar suara seruan: “Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!”
Nabi Adam as berkata: “Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga Dia akan meminta kepadaku.”

Nabi Adam a.s. pergi menemui Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: “Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!”

Nabi Adam a.s. bertanya: “Berapa banyak untukku kirimkan?”

Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Setiap seribu lelaki kamu hantarkan seorang ke syurga, 999 orang ke neraka.”

Allah سبحانه وتعالى berfirman lagi: “Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu Aku tidak akan memungkiri janji Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan (timbangan). Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa. Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas.”

Nabi Adam a.s. berkata: “Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib!”


والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

Al-Qur'an dan Terjemah : Al-Fatihah (1-7)


Terjemahan
Al-Qur'an
Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,




الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
2
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,




الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
3
Yang menguasai hari pembalasan.




مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
4
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan


إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
5
Tunjukilah kami jalan yang lurus,




اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
6
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.



صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
7

Ayat Kursi dan Terjemahannya ( Al-Baqarah : 255 )


اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى 
السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ 
مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا 
شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN (dengung) ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A.WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIIM.
Artinya : 
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)

Download Al-Qur'an (.mp3) 30 Juz | Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais

Al-Qur`an adalah kalamullah, firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi kita Muhammad selama 23 tahun. Ia adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber petunjuk dalam beragama dan pembimbing dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan al-Qur`an, menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, kemudian diteruskan dengan tadabbur, yaitu dengan merenungkan dan memahami maknanya sesuai petunjuk salafus shalih, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dilanjutkan dengan mengajarkannya.

Link Download :

001 : Al-Fatihah
002 : Al-Baqarah
003 : Al-Imran
004 : An-Nisa
005 : Al-Maidah
006 : Al-Anam
007 : Al-Araf
008 : Al-Anfal
009 : At-Taubah
010 : Yunus
011 : Hud
012 : Yusuf
013 : Ar-Rad
014 : Ibrahim
015 : Al-Hijr
016 : An-Nahl
017 : Al-Isra
018 : Al-Kahf
019 : Maryam
020 : Ta-ha
021 : Al-Anbiya
022 : Al-Hajj
023 : Al-Muminun
024 : An-Nur
025 : Al-Furqan
026 : Ash-Shuara
027 : An-Naml
028 : Al-Qasas
029 : Al-Ankabut
030 : Ar-Rum
031 : Luqman
032 : As-Sajadah
033 : Al-Ahzab
034 : Saba
035 : Fatir
036 : Ya sin
037 : As-Saffat
038 : Sad
039 : Az-Zumar
040 : Ghafir
041 : Fussilat
042 : Ash-Shura
043 : Az-Zukhruf
044 : Ad-Dukhan
045 : Al-Jathiyah
046 : Al-Ahqaf
047 : Muhammad
048 : Al-Fath
049 : Al-Hujurat
050 : Qaf
051 : Adh-Dhariyat
052 : At-Tur
053 : An-Najm
054 : Al-Qamar
055 : Ar-Rahman
056 : Al-Waqiah
057 : Al-Hadid
058 : Al-Mujadilah
059 : Al-Hashr
060 : Al-Mumtahanah
061 : As-Saff
062 : Al-Jumuah
063 : Al-Munafiqun
064 : At-Taghabun
065 : At-Talaq
066 : At-Tahrim
067 : Al-Mulk
068 : Al-Qalam
069 : Al-Haqqah
070 : Al-Maarij
071 : Nuh
072 : Al-Jinn
073 : Al-Muzammil
074 : Al-Muddaththir
075 : Al-Qiyamah
076 : Al-Insan
077 : Al-Mursalat
078 : A-Naba
079 : An-Naziat
080 : Abasa
081 : At-Takwir
082 : Al-Infitar
083 : Al-Mutaffifin
084 : Al-Inshiqaq
085 : Al-Buruj
086 : At-Tariq
087 : Al-Ala
088 : Al-Ghashiyah
089 : Al-Fajr
090 : Al-Balad
091 : Ash-Shams
092 : Al-Lail
093 : Ad-Duha
094 : Ash-Sharh
095 : At-Tin
096 : Al-Alaq
097 : Al-Qadr
098 : Al-Baiyyinah
099 : Al-Zazalah
100 : Al-Adiyat
101 : Al-Qariah
102 : At-Takathur
103 : Al-Asr
104 : Al-Humazah
105 : Al-Fil
106 : Quraish
107 : Al-Maun
108 : Al-Kautsar
109 : Al-Kafirun
110 : An-Nasr
111 : Al-Masad
112 : Al-Ikhlas
113 : Al-Falaq
114 : An-Nas

Atau Single Link

Cara Download :
Cara Download [Single Link] :


AL-QUR'AN, PEMBELA DI HARI AKHIR

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an.."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan bekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya..

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an.."