AYAH BUNDA YANG HOBI BBM'-AN, BERHENTI YAH !

Bismillah .. Aku dan adik sayang mama ..
Tapi maaf ma ..

Mengapa saat adik menangis kehausan ..
Mama masih asyik BerBBM ..

Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR ..
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri, sambil mata melotot ke BB ..

Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu. Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya, sambil tangan mama lincah menyentuh BB ..

Aku dan adik sayang Papa ..
Tetapi, maaf Pa ..

Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers untuk adik. Papa selalu bilang ambil sendiri, sambil tertawa di depan layar BB
Mengapa saat aku mengajak main bola. Papa selalu bilang papa lagi capek, tapi tanpa lelah balas BBM ..

Mengapa papa sekarang jarang sekali menyanyikan lagu saat membobokkan adik. Tapi papa asyik terus pegang BB ..

Mengapa papa sekarang jarang sekali baca cerita saat sebelum tidur. Tapi papa selalu pegang BB saat membobokkan aku ..

Aku dan adik sayang Papa Mama ..
Tapi, maaf pa ma ..

Aku dan adik jadi benci BB, padahal papa mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, papa jarang cium aku ..

Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR selalu marah-marah ..

Karena bila ada bunyi BB, papa selalu melepaskan gendongan adik .. Karena sejak ada BB, mama hanya bisa tertawa dengan BB .. Karena sejak kerajingan BB, papa jarang maen perang-perangan lagi denganku ..

Aku dan adik sayang Papa Mama ..
Tapi, maaf pa ma ..
Aku pernah ajak adik berdoa, semoga BB papa mama selalu low bat ..

Aku pernah ajak adik berdoa, mudah-mudah wajahku berubah jadi BB. Biar papa mama selalu pandangi aku terus ..

Aku pernah Ajak adik berdoa, supaya BB papa mama ketinggalan di kantor. Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti dulu lagi ..

Aku pernah ajak adik berdoa, supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB kayak papa mama. Agar kalau papa mama mengacuhkan aku, aku bisa main dengan mereka ..

Papa dan Mama ...
Maafin aku dan adik ..

Dr Widodo Judarwanto SpA via Eka Satriana
Save Our Children
http://saveourchildren.wordpress.com/

(Gerakan Matikan BB di Depan Anak)

14 KEMULIAAN WANITA MUSLIMAH YANG SEDANG HAMIL

1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlahpara malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT.

3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa²nya seperti keadaan ia baru dilahirkan.

4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan.

5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

6. Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

7. Wanita yang memberi minum air susu (ASI) kepada anaknya dari dirinya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap² tetes susu yang diberikannya.

8. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.

9. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus berpuasa pada siang hari.

10. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus beribadah pada malam hari.

11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan pada 1 uratnya Allah SWT mengkurniakan 1 pahala haji.

12. Sekiranya wanita mati di masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.

13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat² dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.

14. Jika wanita memberi susu dirinya pada anaknya yang menangis, Allah SWT akan memberi pahala 1 tahun shalat dan berpuasa.

Subhanallah...


Betapa mulianya wanita hamil, tentunya dengan jalan kehamilan yang diridhai oleh Allah SWT, bukan dengan cara kehamilan yang Na'udzubillah..

Inginku Sempurnakan Separuh Agamaku

Di zaman ini tidak ragu lagi penuh godaan di sana-sini. Di saat wanita-wanita sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Di saat kaum hawa banyak yang tidak lagi berpakaian sopan dan syar’i. Di saat perempuan lebih senang menampakkan betisnya daripada mengenakan jilbab yang menutupi aurat. Tentu saja pria semakin tergoda dan punya niatan jahat, apalagi yang masih membujang. Mau membentengi diri dari syahwat dengan puasa amat sulit karena ombak fitnah pun masih menjulang tinggi. Solusi yang tepat di kala mampu secara fisik dan finansial adalah dengan menikah.

Menyempurnakan Separuh Agama

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Lihat bahwa di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian? Para ulama jelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan. Itu berarti dengan menikah separuh agama seorang pemuda telah terjaga, dan sisanya, ia tinggal menjaga lisannya.

Al Mula ‘Ali Al Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih berkata bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “bertakwalah pada separuh yang lainnya”, maksudnya adalah bertakwalah pada sisa dari perkara agamanya. Di sini dijadikan menikah sebagai separuhnya, ini menunjukkan dorongan yang sangat untuk menikah.

Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”

Kenapa Masih Ragu untuk Menikah?

Sebagian pemuda sudah diberikan oleh Allah keluasan rizki. Ada yang kami temui sudah memiliki usaha yang besar dengan penghasilan yang berkecukupan. Ia bisa mengais rizki dengan mengolah beberapa toko online. Ada pula yang sudah bekerja di perusahaan minyak yang penghasilannya tentu saja lebih dari cukup. Tetapi sampai saat ini mereka belum juga menuju pelaminan. Ada yang beralasan belum siap. Ada lagi yang beralasan masih terlalu muda. Ada yang katakan pula ingin pacaran dulu. Atau yang lainnya ingin sukses dulu dalam bisnis atau dalam berkarir dan dikatakan itu lebih urgent. Dan berbagai alasan lainnya yang diutarakan. Padahal dari segi finansial, mereka sudah siap dan tidak perlu ragu lagi akan kemampuan mereka. Supaya memotivasi orang-orang semacam itu, di bawah ini kami utarakan manfaat nikah yang lainnya.

(1) Menikah akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan.

Coba renungkan ayat berikut, Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum: 21). Lihatlah ayat ini menyebutkan bahwa menikah akan lebih tentram karena adanya pendamping. Al Mawardi dalam An Nukat wal ‘Uyun berkata mengenai ayat tersebut, “Mereka akan begitu tenang ketika berada di samping pendamping mereka karena Allah memberikan pada nikah tersebut ketentraman yang tidak didapati pada yang lainnya.” Sungguh faedah yang menenangkan jiwa setiap pemuda.

(2) Jangan khawatir, Allah yang akan mencukupkan rizki

Dari segi finansial sebenarnya sudah cukup, namun selalu timbul was-was jika ingin menikah. Was-was yang muncul, “Apa bisa rizki saya mencukupi kebutuhan anak istri?” Jika seperti itu, maka renungkanlah ayat berikut ini,

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32). Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat kebaikan semisal menikah.

Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya. Bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?

Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

التمسوا الغنى في النكاح

“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas).

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,

وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?

(3) Orang yang menikah berarti menjalankan sunnah para Rasul

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38). Ini menunjukkan bahwa para rasul itu menikah dan memiliki keturunan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ الْحَيَاءُ وَالتَّعَطُّرُ وَالسِّوَاكُ وَالنِّكَاحُ

“Empat perkara yang termasuk sunnah para rasul, yaitu sifat malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi no. 1080 dan Ahmad 5/421. Hadits ini dho’if sebagaimana kata Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Namun makna hadits ini sudah didukung oleh ayat Al Qur’an yang disebutkan sebelumnya)

(4) Menikah lebih akan menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[1], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Imam Nawawi berkata makna baa-ah dalam hadits di atas terdapat dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna, yaitu sudah memiliki kemampuan finansial untuk menikah. Jadi bukan hanya mampu berjima’ (bersetubuh), tapi hendaklah punya kemampuan finansial, lalu menikah. Para ulama berkata, “Barangsiapa yang tidak mampu berjima’ karena ketidakmampuannya untuk memberi nafkah finansial, maka hendaklah ia berpuasa untuk mengekang syahwatnya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim)

Itulah keutamaan menikah. Semoga membuat mereka-mereka tadi semakin terdorong untuk menikah. Berbeda halnya jika memang mereka ingin seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang belum menikah sampai beliau meninggal dunia. Beliau adalah orang yang ingin memberi banyak manfaat untuk umat dan itu terbukti. Itulah yang membuatnya mengurungkan niat untuk menikah demi maksud tersebut. Sedangkan mereka-mereka tadi di atas, bukan malah menambah manfaat, bahkan diri mereka sendiri binasa karena godaan wanita yang semakin mencekam di masa ini.

Menempuh Jalan yang Benar

Kami menganjurkan untuk segera menikah di sini bagi yang sudah berkemampuan, bukan berarti ditempuh dengan jalan yang keliru. Sebagian orang menyangka bahwa menikah harus lewat pacaran dahulu supaya lebih mengenal pasangannya. Itu pendapat keliru karena tidak pernah diajarkan oleh Islam. Pacaran tentu saja akan menempuh jalan yang haram seperti mesti bersentuhan, berjumpa dan saling pandang, ujung-ujungnya pun bisa zina terjadilah MBA (married be accident). Semua perbuatan tadi yang merupakan perantara pada zina diharamkan sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

Kemudian nasehat kami pula bagi mahasiswa yang masih kuliah (masih sekolah) bahwa bersabarlah untuk menikah. Sebagian mahasiswa yang belum rampung kuliahnya biasanya sering “ngambek” pada ortunya untuk segera nikah, katanya sudah tidak kuat menahan syahwat. Padahal kerja saja ia belum punya dan masih mengemis pada ortunya. Bagaimana bisa ia hidupi istrinya nanti? Kami nasehatkan, bahagiakan ortumu dahulu sebelum berniat menikah. Artinya lulus kuliah dahulu agar ortumu senang dan bahagia karena itulah yang mereka inginkan darimu dan tugasmu adalah berbakti pada mereka. Setelah itu carilah kerja, kemudian utarakan niat untuk menikah. Semoga Allah mudahkan untuk mencapai maksud tersebut. Oleh karenanya, jika memang belum mampu menikah, maka perbanyaklah puasa sunnah dan rajin-rajinlah menyibukkan diri dengan kuliah, belajar ilmu agama, dan kesibukan yang manfaat lainnya. Semoga itu semakin membuatmu melupakan nikah untuk sementara waktu.

Adapun yang sudah mampu untuk menikah secara fisik dan finansial, janganlah menunda-nunda!.

Bayi Dapat Mendengar

Bismillah ... Terbukti dari seluruh indera yang Allah Swt berikan kepada manusia, pendengaran adalah indera yang paling pertama dan terakhir AKTIF. Saat manusia masih dalam bentuk janin di rahim ibunda, ia sudah dapat mendengar dunia luar. Pendengaran pun adalah indera terakhir yang berfungsi saat manusia SEKARAT menjelang ajal. Sebab itu kita diperintahkan TALQIN.

Kaum Yahudi, menebarkan virus kepada ibu HAMIL untuk memperdengarkan musik untuk janin yang dikandungnya. Dengan alasan bahwa ini akan merangsang pertumbuhan otak bayi. Belakangan dalam sebuah riset hal ini terbukti BOHONG adanya.

Beda dengan pengalaman yang Allah Swt beri untuk keluarga kami. Di rumah, kami memperdengarkan ayat ayat Al Quran untuk anak anak kami baik yang sudah terlahir atau masih dalam kandungan.
Dengan telaten istri saya membacakan ayat ayat Allah itu 5 kali dlm 3 WAKTU BENING; Subuh, Maghrib & Jelang tidur.

Alhamdulillah, meski belum bisa baca Al Quran. Anak kami sudah hafal 3 juz Al Quran hingga sekarang. Hal ini hanya mengandalkan INDERA PENDENGARAN mereka.

Rasulullah Saw tidak bisa baca-tulis, namun beliau Saw menerima wahyu mengandalkan indera pendengaran, meskipun tidak lagi pada usia anak anak.

Nah, mulai sekarang… Berlatihlah mendengar ayat ayat Allah Swt dengan suka cita dan hati yang ridha! Anda akan dapati bahwa sungguh ada kemudahan untuk menghafalnya bila Anda mau MENDENGAR.

“Sungguh PENDENGARAN, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawaban.” (QS. 17:36)

Wallahu a'lam bishshawab, ..

WAKTU ISTRI SAYA DIOPERASI CESAR

Waktu istri saya dioperasi cesar, Saya berdiri tegak sebelah dokter, Melihat jelas mata kepala sejak pisau bedah menyayat perut istri, Disobeknya rahim, Kain yang dimasukkan kedalam perut, Tangan bu dokter menyelinap kedalam dan kemudian mengambil kepala bayi, Hingga dijahit laginya perut istri

Orang bilang operasi cesar lebih aman dan ga begitu menyakitkan dibanding cara lahir normal yang harus mengejan, Tapi bagi saya itu mengerikan ! Istri saya memang ga menyaksikan seluruh prosesnya, Dia sadar tapi perutnya dimasuki besi, Pisau, Jarum, Kain, Serta tangan para dokter bedah. Hebatnya dia lakukan dengan ikhlas, Rela, Sepenuhnya memikirkan kondisi bayi yang 5 hari berkecamuk didalam perut ga bisa keluar terlilit usus di kepala dan kaki kanan. Lebih baik perut diobrak-abrik daripada calon lelaki (InsyaAllah) dalam tubuhnya tumbang sebelum sempat saling bertatap mata !

Sepanjang operasi airmata saya ga terbendung. Saya ingat Ummi ! Semua pelajaran, Nasihat, Dan pepatah wajibnya berbakti para orangtua terutama ibu mengecil ga setitik debu dibanding pengalaman nyata menyaksikan sendiri perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya !

Apalagi saya dilahirkan normal, Dengan pertaruhan lebih besar, Antara hidup dan mati, Untuk kemudian mati-matian dibesarkan yang hasilnya malah durhaka setengah mati !

Kelar operasi saya telp Ummi, Tapi kemudian saya tutup lagi. Saya masuk kamar mandi dan menangis lagi sejadi-jadinya. Mengingat semua kedurhakaan yang saya lakukan tapi selalu beliau maafkan dan lupakan seluruhnya, Baik kedurhakaan saya, Ataupun setiap kasih sayang beliau berikan tanpa pernah diungkit sedikitpun

Saya beruntung masih punya ayah dan dua ibu yang bersedia memaafkan seluruh dosa saya pada mereka. Saya beruntung masih Allah beri kesadaran bahwa sebesar apapun amal bakti seorang anak pada ibu bapaknya ga akan bisa mengalahkan pilihan yang mereka ambil waktu melahirkan sang anak :

"Lebih baik aku mati daripada anakku mati"

Kakak Adik Berantem? Bagaimana Menghindarinya?

Sudah menjadi rahasia umum kalau antara kakak dan adik sering terjadi pertengkaran. Tapi sebenarnya ada hal-hal tertentu yang bisa menjadi pemicu pertengkaran.Pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik kadang bisa membuat orangtua stres dan senewen. Untuk menghindari kondisi ini orangtua sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang bisa memicu pertengkaran :

1. KompetisiAnak-anak sebenarnya memperhatikan bagaimana orangtua memperlakukan anak-anaknya satu sama lain. Jika mereka berpikir ada perlakuan yang berbeda tanpa mendasar maka hal ini bisa memicu kompetisi tersendiri antara kakak dan adik. Perlakuan yang berbeda seperti menghabiskan lebih banyak waktu atau lebih sering melakukan kegiatan tertentu dengan salah satu anak.

2. Bertengkar untuk mendapat perhatianTerkadang pertengkaran yang terjadi berada dalam jarak dekat dengan orangtua untuk mendapatkan perhatiannya. Salah satu anak bermain sebagai korban untuk mendapatkan perhatian lebih besar.3. Saling berebut mainanMeski sudah dibelikan masing-masing mainan, terkadang kakak adik masih bisa bertengkar saling berebut mainan. Hal ini karena anak belum terlalu bisa menghargai barang-barang milik saudara kandungnya.4. Salah satu bertingkah seperti bosAnak yang lebih tua kadang diberi tugas untuk mengawasi adiknya, tapi tanpa disadari perilakunya kadang seperti bos sehingga si adik menganggap ada ketidakadilan sehingga memicu pertengkaran. 
3. Bercanda dengan kekerasanSeringkali cara anak-anak yang lebih tua bercanda dengan adiknya sama seperti ia bermain dengan teman sebayanya, sehingga tak jarang si adik merasa kakaknya terlalu kasar seperti ada kontak fisik.6. Bercanda yang saling meledekPertengkaran tidak hanya dipicu oleh kekerasan fisik, tapi bisa juga akibat serangan verbal atau yang dimulai dari ledek-ledekan. Jika tidak dihentikan kondisi ini bisa membuat kakak dan adik bertengkar dengan fisik seperti saling memukul.
 
Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu:Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan solusi bagi dirinya sendiri.Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya.

Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya.
 

Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran. Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar.

Manfaat Memilih Susu Terbaik

Saat ini ada berbagai macam susu yang ditawarkan di masyarakat, mulai dari susu murni hingga yang berbentuk bubuk. Apa urutan susu yang terbaik dan bagaimana cara memilih susu yang benar agar manfaatnya besar?

Menuturkan klasifikasi susu yang baik adalah:
1. ASI alias air susu ibu yang merupakan minuman terbaik untuk bayi.

2. Susu murni pasteurisasi, karena proses pasteurisasi yang sangat cepat membuat zat gizi yang rusak lebih sedikit atau minimum, serta komposisinya sangat dekat dengan susu yang diproduksi oleh sapi.

3. Jika memang susu pasteurisasi tidak ada maka pilihlah susu UHT (Ultra High Temperature), susu UHT ini tidak memiliki pengawet tapi ia mampu bertahan di suhu ruang. Namun kedua susu ini disarankan untuk anak usia di atas 5 tahun.

Emilia menjelaskan untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak disarankan minum susu murni, karena ada perbedaan bentuk protein di ASI dengan protein dalam susu murni. Hal ini karena kesiapan pencernaan anak tidaklah sama.

"Cobalah sedikit-sedikit, kalau reaksinya nggak baik seperti perut kembung, pup-nya cair, ini tanda pencernaan anak nggak siap untuk konsumsi susu pasteurisasi. Tapi kalau anak kelihatan baik-baik saja maka pencernaanya baik dan bisa dilanjutkan. Jadi harus secara individu perhatikan reaksi anak," ungkapnya.

4. Urutan selanjutnya ditempati oleh susu bubuk
Hal ini karena adanya fortifikasi yang perlu dilakukan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang hilang akibat proses pengeringan. Susu bubuk ini sebaiknya hanya dikonsumsi apabila susu segar tidak dapat ditemukan.

5. Susu kental manis
Walaupun sebenarnya ini tidaklah masuk ke dalam kategori susu karena ia memiliki kandungan lemak dan juga gula yang tinggi, namun rendah protein dan kalsium.

"Mending nggak usah minum susu daripada harus minum susu kental manis dan lebih baik ganti dengan sumber protein lain seperti dari tahu dan juga tempe. Untuk susu bubuk yang diencerkan itu nggak oke, tapi lebih baik daripada tidak minum susu sama sekali," ujar Emilia yang mendapat gelar bachelor of science clinical dietetics dari Oklahoma State University, AS.

Sementara itu untuk orang dewasa yang takut mengonsumsi susu karena khawatir berat badannya terus bertambah, maka susu rendah lemak menjadi produk pilihan yang paling tepat, sehingga tidak perlu menghindari susu.